1. Pilih pengembang properti atau developer terpercaya

Tahap selanjutnya adalah memilih rumah berdasarkan pengembangnya. Pastikan pihak pengembang atau developer yang dipilih merupakan pihak terpercaya. Hal ini bisa dipastikan dengan menggali informasi seputar track record project sebelumnya, apakah developer memiliki masalah atau terdapat kejanggalan pada proyek hunian yang sudah pernah dibangun? Bila tidak ada masalah, maka kamu dapat memilih produk hunian dari developer tersebut. Tapi, jangan lupa pastikan kembali produk hunian developer yang kamu pilih memiliki kualitas harga yang sesuai dengan budget yang kamu miliki.

2. Kenali seluk beluk pembayaran

Setelah merencanakan budget untuk membeli rumah, selanjutnya kamu perlu mengenali seluk beluk pembayarannya. Hal ini menjadi penting, agar kamu paham akan biaya serta komitmen apa saja yang diperlukan dalam membeli rumah. Sebagai bukti keseriusan, terdapat biaya yang perlu dibayarkan :

  • Uang Tanda Jadi atau Down Payment (DP) merupakan wujud dari bukti keseriusan pemesanan rumah yang diinginkan. Selain itu DP juga digunakan untuk mengikat harga yang sebelumnya sudah disetujui antara penjual dan pembeli properti. Untuk besaran biayanya bervariasi, di BLP property mulai dari 20% dari harga rumah, tergantung promo yang sedang berlangsung dari bank ataupun pengembang properti. Agar tidak terbebani DP, kamu dapat memilih bank atau pengembang properti yang mempunyai program keringanan kredit pembelian rumah.

Selain bukti keseriusan diatas, terdapat juga 3 pilihan cara bayar properti yang berlaku di Indonesia, diantaranya:

  • Kredit Pemilikan Rakyat (KPR) – merupakan produk pembiayaan untuk pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga rumah. Pada sistem ini, kita akan membayar rumah dengan cara mencicil tiap bulan kepada pihak bank. Lama cicilan atau tenornya beragam, dan dapat disesuaikan dengan kemampuan bayar masing-masing. Untuk mengajukan KPR, terdapat ketentuan standar yang harus dipenuhi meliputi usia <50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR, fotokopi KTP, akta nikah atau cerai, kartu keluarga, surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan), serta dokumen terkait rumah yang dijadikan agunan (SHM, IMB, PBB).
  • Tunai Keras atau Cash Keras – merupakan sistem pembayaran yang dilakukan dalam waktu paling lambat satu bulan sejak adanya kesepakatan antara pembeli dan pengembang. Sistem bayar ini memiliki banyak keuntungan, karena biasanya pengembang akan memberikan potongan harga rumah yang menggiurkan (biasanya sekitar 10 – 15%). Selain itu, keuntungan lainnya adalah kita tidak perlu memikirkan beban cicilan tiap bulan, maupun fluktuasi suku bunga pinjaman yang kerap melambung tinggi seperti di sistem bayar KPR.
  • Tunai Bertahap atau Cash Installment – bila sebelumnya KPR adalah cicilan kepada pihak bank, maka Cash Installment adalah cicilan dalam kurun 6-24 bulan yang dibayarkan langsung kepada pihak pengembang. Sistem bayar ini terbilang cukup efektif karena cicilan tak akan terpengaruh fluktuasi bunga bank. Namun, perlu kamu ketahui juga bahwa pada sistem ini pembeli diwajibkan untuk menyerahkan DP yang jumlahnya cenderung lebih besar atau sekitar 30 – 50% dari harga rumah, tergantung kebijakan pengembang.

3. Tentukan Lokasi

Menentukan lokasi rumah yang diinginkan. Penentuan lokasi ini dapat dipertimbangkan berdasarkan aspek,
seperti :
a. Akses yang mudah dan strategis,
b. Lingkungan yang nyaman dan aman,
c. Akses jalan lebar dan tidak sempit
d. Maupun perkembangan untuk masa depan keluarga anda

4. Rencanakan Budget

Rumah / Hunian ini memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh karenanya, kita perlu merencanakan terlebih dahulu budget maupun batas kemampuan bayar masing-masing. Hal ini dilakukan agar keputusan membeli rumah tidak membebani kondisi finansial untuk memenuhi kebutuhan pokok, maupun kebutuhan lain yang sebelumnya sudah ada. Sebagai informasi, bank biasanya mensyaratkan angsuran KPR per bulan maksimal sebesar 30% penghasilan bersih pribadi maupun gabungan antara suami dan istri. Ini bisa kamu jadikan patokan untuk batas kemampuan bayarmu, dengan catatan kamu maupun pasangan tidak memiliki utang lainnya ya.

5. Tentukan Tipe Rumah

Pengembang properti umumnya memiliki beberapa produk hunian dengan tipe luas tanah dan bangunan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, tipe rumah yang kini cukup populer adalah tipe 30, 40, 45, 50, dan juga tipe 70. Untuk menentukan tipe rumah yang diinginkan kamu dapat mengecek produk rumah yang disediakan oleh developer ini, dan menentukannya berdasarkan dengan budget yang dimiliki. Dalam menentukan tipe rumah ini, pastikan kamu tidak memaksakan keinginan untuk memiliki rumah impian ya. Sebagai opsi agar tetap on budget,  kamu bisa memilih hunian dengan konsep rumah tumbuh yang memungkinkan untuk dibangun atau di renovasi di kemudian hari.